Bahan Dasar Pembuatan Plastik

Hai teman teman apa kabar kalian semua ? kali ini kita akan membahas tentang bahan dasar pembuatan plastik . Kita tahu kalau plastik di buat dengan berbagai cara dan kita tahu banyak orang indonesia yang masih memakai plastik sebagai alat untuk membawa sesuatu. Kita juga harus bisa mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan mesin pencacah plastik . Simak artikel ini sampai akhir….

Bahan dasar plastik adalah kondensasi organik atau adisi polimer. Plastik adalah istilah yang mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Di antara beberapa jenis polimer ada polimer alam termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi serat atau film sintetis.

Plastik itu sendiri dirancang dengan berbagai macam sifat yang dapat tahan terhadap panas, kekerasan, atau lainnya. Kemampuan beradaptasi yang baik, komposisi dan bobotnya yang ringan membuat plastik digunakan di hampir semua bidang industri.

Plastik adalah polimer, rantai panjang atom yang terikat satu sama lain. Dari rantai ini, banyak unit molekul yang terbentuk berulang kali atau dikenal dengan monomer . Plastik biasa terbentuk dari polimer karbon atau dengan oksigen, nitrogen, klorin atau belerang di tulang belakang.

Plasti telah berkembang dari penggunaan bahan alami seperti permen karet (lak) menjadi bahan alami yang dimodifikasi secara alami seperti karet alam (nitroselulosa), menjadi molekul buatan manusia seperti epoksi, polivinil klorida, dan polietilen.

Bahan Dasar Plastik dan Cara Pembuatannya

Plastik adalah elemen yang terbentuk dari karbon, hidrogen, klorin, oksigen, sulfur, dan nitrogen. Pada awal pembuatannya, plastik dibuat dengan menggunakan bahan alami seperti tanduk binatang (sekresi dari serangga kecil) dan tambalan gusi.

Pada tahun 1869 M, plastik sintetis pertama kali ditemukan oleh Wesley Hyatt yang menggunakan ikatan selulosa atau bahan alami dari tumbuhan dalam proses pembuatannya. Wesley menyatakan bahwa selulosa nitrat dapat diubah menjadi plastik dengan menambahkan kapur barus.

Plastik sintetis pertama yang disebut seluloid juga telah dikenal secara komersial. Jenis plastik ini digunakan sebagai bahan pembuatan sisir, gigi palsu, bingkai kacamata, dll.

Minyak mentah yang baru diambil ke kilang menjalani proses penyulingan bersama dengan gas alam. Etana dan propana merupakan produk yang dihasilkan dari proses pemurnian, kemudian etana dan propana dipecah dalam tungku panas, kemudian etilen dan propilena akan terbentuk pada proses ini.

Dalam reaktor, etilen dan propilena akan digabungkan dengan katalis untuk membentuk zat seperti pati. Zatnya adalah polimer plastik. Selanjutnya dilakukan proses ekstrusi dimana plastik tersebut berbentuk cairan.

Plastik dalam bentuk cair dibiarkan mendingin kemudian pelletizer , yaitu proses pembentukan polimer menjadi pellet kecil-kecil. Pellet plastik ini kemudian digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sisir, botol plastik, gigi palsu, dll.

Bahan Dasar Plastik dengan Karbon Dioksida Tambahan

Pada bulan Desember 2009, perusahaan Novomer mengumumkan bahwa komersialisasi polypropylene carbonate (PPC), yang menggabungkan karbon dioksida dan minyak bumi, telah dimulai. Dengan menggunakan tambahan karbondioksida, sumber minyak bumi yang digunakan untuk membuat plastik bisa berkurang setengahnya. Ini sangat bagus untuk menyimpan SDA yang ada.

Material Dasar Plastik Dengan Menggunakan Tongkol Jagung

Gula karbohidrat dalam jagung dapat digunakan untuk membuat plastik polimer polylatide. Penemuan plastik berbahan jagung dapat mengurangi ketergantungan pada minyak mentah yang tidak dapat diperbarui.

Plastik dari jagung akan meleleh jika dipanaskan di atas 114 ° C, sehingga plastik dari minyak bumi masih digunakan sampai sekarang.

Selain jagung, plastik juga bisa dibuat dari buah jeruk. Ilmuwan masih mencari senyawa yang bisa menggantikan minyak bumi untuk proses pembuatan plastik. Semoga kedepannya akan ditemukan bahan dasar pembuatan plastik yang bisa diperbaharui sebagai pengganti minyak bumi yang tidak terbarukan.

nah mungkin kurang lebihnya seperti itu , semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel selanjutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *