Briket Serbuk Gergaji

Hai teman teman apa kabar kalian semua ? kali ini kita akan membahas tentang briket serbuk gergaji . Penasaran ? simak sampai akhir ya..

Saat ini banyak terdapat permasalahan mengenai kelangkaan bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran. Misalnya, kelangkaan minyak tanah dan distribusi gas elpiji yang tidak stabil, yang dikatakan dapat mengatasi masalah kelangkaan minyak tanah. Belum lagi masyarakat harus merasakan dampak dari sampah yang menumpuk. Sampah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat karena setiap kegiatan pasti menghasilkan sampah. Mulai dari limbah rumah tangga hingga perkebunan, pertanian, hingga limbah pabrik yang menghasilkan sampah berton-ton. Limbah perkebunan dan pertanian adalah limbah yang dihasilkan dari sisa pemanenan. Sisa panen yang dihasilkan merupakan bagian dari produk yang tidak dapat digunakan seperti sekam, biji, dan

bagian lainnya. Contoh limbah perkebunan dan pertanian seperti daun jati, tongkol jagung, dan sekam padi akan menumpuk saat musim panen tiba. Limbah pabrik merupakan limbah yang dihasilkan sebagai hasil pengolahan produk dalam jumlah besar sehingga potensi limbah yang dihasilkan juga besar. Contoh limbah pabrik adalah serbuk gergaji. Sampah organik seperti daun jati, tongkol jagung, sekam padi, dan serbuk gergaji. Sebenarnya briket merupakan salah satu inovasi inovatif yang dapat mengatasi masalah kelangkaan BBM, selain itu juga dapat mengurangi masalah sampah yang semakin menumpuk. Untuk itu peneliti menggunakan briket dari beberapa sampah organik berupa daun jati, kumbang penggerek, sekam padi, dan serbuk gergaji. Selain itu juga membandingkan dengan minyak tanah dan gas elpiji dari segi ekonomis.

Briket merupakan bahan bakar karbon dalam berbagai bentuk yang dihasilkan dari limbah bahan organik dan turunannya yang masih mengandung energi dalam jumlah tertentu. Penggunaan serbuk gergaji sebagai bahan dasar briket diambil karena pada kayu terdapat rantai karbon yang berperan sangat penting dalam proses pembakaran. Serbuk gergaji yang diambil pada penelitian ini berasal dari limbah industri kayu yang dibuang begitu saja tanpa pengolahan limbah yang optimal, sehingga limbah tersebut dapat didaur ulang dan digunakan kembali.

Penggunaan serbuk gergaji sebagai bahan dasar pembuatan briket dapat digunakan sebagai solusi energi untuk rumah tangga. Saat ini di beberapa daerah masih ada sampah atau limbah yang belum dimanfaatkan. Dengan mengubah serbuk gergaji menjadi briket, semakin memudahkan orang dalam menggunakannya. Selain itu kualitas panas yang dihasilkan dapat berupa nyala api, sedangkan jika dibakar dalam bentuk serbuk gergaji hanya berupa api. Kertas bekas dan kemasan karton merupakan bahan yang mudah terbakar, hal ini dapat dijadikan indikator bahwa bahan tersebut mempunyai energi. Kertas yang direndam dalam jangka waktu tertentu dapat menghasilkan pulp yang dapat didaur ulang menjadi kertas, hal ini memungkinkan untuk digunakan sebagai perekat dalam pembuatan briket serbuk gergaji. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental. Uji kadar briket tertinggi diperoleh pada perbandingan 1: 1 dengan tingkat kerapatan 1,63 Kg. Uji kalor tertinggi pada rasio 2: 1 dengan lama pemanasan 3 liter air selama 21,67 menit, namun asap yang dihasilkan sangat besar. Uji kalor terbaik diperoleh pada perbandingan 4: 1 dengan durasi waktu memanaskan tiga liter air selama 24.00 menit, nyala api yang dihasilkan tidak menimbulkan asap.

minyak tanah dan gas. Penggunaan kayu secara terus menerus tanpa memperhatikan prinsip kelestarian akan menurunkan potensi kayu, sehingga menuntut kita untuk mencari sumber bahan bakar alternatif. Salah satu alternatif sumber yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kayu utuh adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian, limbah industri dan limbah rumah tangga seperti batok kelapa dan serbuk gergaji. Oleh karena itu agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar padat berupa briket, kemudian untuk lebih meningkatkan kualitas briket arang batok kelapa tersebut dicampur dengan bahan yang dapat meningkatkan kualitasnya. Bahan yang digunakan untuk campuran batok kelapa adalah serbuk gergaji, karena selama ini batok kelapa telah dikenal baik sebagai bahan bakar berupa batok sendiri, arang maupun berupa briket arang dan arang aktif.

Briket arang merupakan bahan bakar alternatif yang dibuat dari bahan baku batok kelapa dan bahan kayu lainnya yang telah diolah menjadi briket dan diharapkan dapat menjadi bahan bakar alternatif yang disukai oleh masyarakat saat ini. Sifat briket arang dipengaruhi oleh beberapa parameter antara lain tekanan, ukuran partikel arang, jenis dan jumlah perekat.

Nah mungkin itu kurang lebih semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *