Cara Membuat Media Tanam Dari Sabut Kelapa

Di kalangan pehobi tanaman, cocopeat termasuk salah satu media tanam favorit. Alasannya, karena media ini memiliki banyak faktor ideal, khususnya untuk tanaman yang ditanam di dalam pot. Salah satu alasannya adalah karena media dari serbuk sabut kelapa ini memiliki daya penyimpan air yang sangat baik.

Cocopeat merupakan bentuk coconut coir yang populer di Indonesia. coco coir adalah istilah yang digunakan untuk menyebut media tanam yang berasal dari pohon kelapa. Selain cocopeat, ada juga jenis coco coir yang lain, yaitu cocofiber dan cocohips. Di antara yang lainnya, cocopeat memiliki bentuk dan tekstur yang lebih halus, menyerupai serbuk kayu.

Barang-barang yang perlu disiapkan

sabut

kelapa

air 

pisau

blender

saringan MOL air cucian beras

dan urine kelinci Baca juga:

Berapa Tanaman yang Dibutuhkan untuk Membersihkan Udara Ruangan?

1. Basahi sabut kelapa Setelah mendapatkan sabut kelapa, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyiram sabut kelapa. Gunakan sabut kelapa seperlunya. Basahi sabut kelapa agar tidak terlalu keras saat dipotong-potong. Setelah dibasahi maka sabut kelapa siap untuk dipotong kecil-kecil.

2. Jemur potongan sabut kelapa Setelah dipotong kecil-kecil, jemur potonga sabut kelapa agar lebih mudah untuk dihaluskan selama beberapa jam. Setelah dijemur dan kering, maka sabut kelapa bisa dihaluskan.

3. Haluskan Untuk menghaluskan sabut kelapa, bisa dengan manual yakni dengan ditumbuk atau menggunakan blender sampai halus.   4. Saring sabut kelapa Ayak atau saring sabut kelapa yang sudah diblender agar lebih halus lagi. Setelah selesai masukkan ke dalam wadah atau toples bekas. Sisa ayakan atau sabut yang masih kasar bisa dihaluskan lagi dengan blender atau dibuat MOL sabut kelapa. Sabut kelapa ini mengandung banyak unsur K, yakni kalium yang bisa membantu untuk proses pembuahan. Cocopeat ini bisa digunakan untuk penyemaian beberapa jenis tanaman sayuran dan buah-buahan.

5. Campurkan sabut kelapa halus dengan MOL Sabut kelapa atau cocopeat yang sudah halus perku direndam dengan air campuran MOL selama 1 hari. Mol yang digunakan adalah campuran 1 liter air yang ditambahkan 50 cc urine kelinci dan 100 cc air cucian beras.

6. Saring kembali Setelah 24 jam, saring sabut kelapa atau cocopeat untuk mengurangi air rendaman, tidak perlu terlalu ketat karena sabut kelapa ini digunakan sebagai media semai. Sabut kelapa atau cocopeat yang sudah ditiriskan bisa kamu gunakan untuk media tanam maupun penyemaian.

Kelebihan Cocopeat

Sebagai media tanam, cocopeat memiliki banyak kelebihan, yang pada dasarnya merupakan sifat alami dari bahan pembuatnya, yaitu sabut kelapa. Kelebihan tersebut adalah:

1. Sangat Mudah Menyerap dan Menyimpan Air

Kedua sifat ini adalah nilai plus yang utama dari cocopeat sehingga dipilih menjadi media tanam. Cocopeat memiliki daya penyerap air yang sangat tinggi dan dapat menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 10 kali lipat dari pada jumlah air yang mampu disimpan oleh tanah.

2. Memiliki Pori-Pori

Keberadaan pori-pori pada media tanam sangat penting agar proses pertukaran udara berjalan dengan baik. Selain itu, pori-pori yang banyak memungkinkan lebih banyak sinar matahari yang menerpa akar tanaman dan kemudian masuk dan diserap dengan mudah.

3. Mengandung Trichoderma molds

Trichoderma molds, yaitu sejenis enzim dari jamur, berfungsi untuk mengurangi penyakit di dalam tanah yang menyerang akar tanaman. Dengan begitu, jika digunakan bersamaan dengan tanah, cocopeat akan membantu menjaga tanah tetap gembur dan subur.

4. Memiliki Tekstur yang Menyerupai Tanah

Bentuk dan tekstur cocopeat menyerupai tanah. Butirannya yang berukuran halus membuat tanaman dapat beradaptasi dengan mudah, karena tidak jauh berbeda dengan jika ditanam di media tanah.

5. Ramah Lingkungan

Cocopeat berasal dari bahan organik yang sangat ramah lingkungan. Jika sudah tidak digunakan lagi, cocopeat dapat dibuang dan akan terdegradasi dengan baik secara alami di tanah. Selain itu, dengan melalui beberapa proses tertentu, cocopeat juga dapat didaur ulang menjadi media tanam baru.

6. Lebih Tahan Hama

Hama adalah salah satu musuh besar tanaman, terutama tanaman hias. Hama-hama tersebut biasanya tinggal di dalam tanah tempat tanaman tumbuh. Mengganti media tanah dengan cocopeat mampu melindungai tanaman dari serangan hama dengan lebih baik. Ternyata, cocopeat bukan lingkkungan yang baik bagi beberapa jenis hama yang berasal dari tanah.

7. Mudah Digunakan

Karena memilik bentuk dan tekstur yang sangat mirip dengan tanah, cocopeat sangat cocok digunakan oleh para pemula yang baru akan mulai belajar menanam tanaman secara hidroponik. Saat pertama kali menanam, cocopeat sangat mudah digunakan.

8. Memperbaiki Kualitas Bibit Tanaman

Cocopeat sangat baik untuk dipilih oleh para pelaku usaha tanaman hias, sayur, dan kulturjaringan. Penggunaan cocopeat terbukti mampu mendongkrak produksi dan kualitas bibit, yaitu bibit menjadi lebih kuat dan penakarannya lebih lebat.

9. Lebih Menguntungkan

Bagi para petani tanaman, menghasilkan profit atau keuntungan yang besar adalah salah satu tujuannya. Penggunaan sabut sebagai media tanam akan mengehat biaya karena mudah untuk di jumpai. Selain tanaman bisa tumbuh secara maksimal dan sehat, proses pemeliharaan juga menjadi jauh lebih efisien, karena media dari sabut kelapa dapat menghemat pemakaian air dan pupuk.

Demikian artikel dari saya mengenai Cara membuat media tanam dari sabut kelapa semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua sekian dan trima kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *