Cara Mengelola Sampah Organik

Hallo sob! Pada kesempatan kali ini saya akan membuat artikel mengenai cara mengelola sampah organik berikut ini adalah artikelnya selamat membaca!

Jenis dan Cara Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik

Sampah organik adalah sampah atau sampah yang berasal dari makhluk hidup berupa hewan atau tumbuhan. Sifat sampah organik mudah busuk dan ramah lingkungan. Jadi untuk mengatasinya tidak perlu menggunakan bahan kimia, anda cukup membuangnya ke tanah agar bakteri yang ada di dalam tanah akan memecahnya.

Jenis dan Contoh Sampah Organik

Berbagai jenis sampah di dunia dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya seperti:

Sampah Organik Padat

Secara fisik limbah ini berbentuk padat seperti bangkai hewan, kotoran manusia atau hewan, kertas, sisa sayuran, dan sebagainya.

Sampah organik cair

Tentu sampah ini secara fisik berbentuk cair. Contoh sampah organik cair adalah urine, sisa buah, dan sebagainya.

Gas Sampah Organik

Sampah ini berupa gas atau angina yang tidak terlihat. Contohnya adalah angina atau gas yang keluar dari manusia atau hewan (kentut).

Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai oleh tanah maupun bukan dari makhluk hidup melainkan dapat berasal dari aktivitas manusia. Sampah anorganik berasal dari industri, pertambangan gas, minyak bumi, dan rumah tangga. Sebenarnya sebagian limbah anorganik bisa dikeluarkan, namun bakteri membutuhkan waktu lama, bahkan ratusan tahun. Sekarang sampah ini menjadi masalah bagi manusia dan lingkungan karena sifatnya yang tidak bisa dihancurkan. Beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mendaur ulang sampah.

Jenis dan Contoh Sampah Anorganik

Sampah anorganik juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Pengelompokan ini digunakan untuk mengetahui pengolahan apa yang akan dilakukan agar sampah tidak merusak lingkungan.

Sampah Anorganik Berdasarkan Bentuknya

1. Sampah anorganik padat

Sampah anorganik ini berbentuk padat, berbentuk padat dan dapat ditangani. Ada pula sampah anorganik padat yang tidak bisa ditangani karena kandungan kimianya yang berbahaya. Contoh sampah ini adalah plastik, kaleng, alumunium, besi, baja, botol, dan masih banyak lagi.

1. Limbah Anorganik Cairan

Sampah anorganik ini tentunya berupa cairan. Limbah cair berbahaya berasal dari pabrik atau perusahaan. Biasanya mereka menyalurkan limbahnya ke sungai sehingga makhluk hidup yang tinggal disana mati dan lingkungan menjadi rusak. Adapun yang berasal dari rumah tangga adalah air sabun deterjen. Nah, yang paling berbahaya adalah sampah dari tumpahan minyak di lautan.

1. Gas Sampah Anorganik

Sampah ini berupa gas atau angin yang tidak bisa ditangani. Biasanya limbah gas ini berasal dari cerobong asap di pabrik. Asap itu bisa berbahaya karena membuat bumi semakin hangat, meningkatkan polusi, dan rawan hujan asam. Selain dari pabrik, bisa juga dari gas kendaraan yang mengandung gas karbon monoksida.

Bagaimana Mengelola Sampah Organik dan Anorganik

Agar sampah organik dan anorganik tidak menimbulkan bencana dan bahaya bagi kehidupan, kita harus mengelolanya dan meminimalkan dampak buruk yang ditimbulkannya. Beberapa sampah anorganik kami dapat diolah atau didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Misalnya sampah plastik yang digunakan untuk kopi atau makanan, kita bisa mengolah sampah ini menjadi kantong, karpet, keranjang, dan masih banyak lagi.

Penimbunan Tanah

Penimbunan tanah berarti mengubur sampah di tanah. Namun, kita harus memilih lahan yang tidak terpakai atau jauh dari lingkungan seperti lahan bekas tambang atau lubang tanah. Penimbunan tidak dilakukan sembarangan, kita harus menghitung atau merancang bagaimana cara mengelola tanah dengan baik agar tidak menimbulkan kerusakan dan nantinya sampah dapat dibuang secara efisien dan efektif.

Membuat Biogas

Biogas merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari proses fermentasi atau penguraian sampah organik dalam kondisi tertutup. Proses penguraian pada limbah dibantu oleh bakteri Metalothrypus methanica. Bahan yang digunakan untuk biogas adalah kotoran ternak atau sisa tanaman. Karena saat ini elpiji mulai sulit didapat, maka bioagas ini bisa dijadikan alternatif. Biogas lebih aman bagi lingkungan dibandingkan gas LPG.

Pupuk Kompos Buatan

Untuk sampah organik bisa kita manfaatkan sebagai kompos. Caranya kita mengumpulkan sampah organik kemudian kita fermentasi. Dalam proses fermentasi, mikroorganisme anaerobik dan aerobik akan mengekstraksi limbahnya menjadi bahan anorganik dan dapat dibuat kompos.

Cara ini tentunya sangat membantu dalam menangani sampah. Selain limbah dari tumbuhan dan hewan, kita juga bisa membuat kompos dari kotoran unggas atau kambing.

Nah itu dia sob sedikit penjelasan mengenai cara mengelola sampah organik semoga artikel yang saya buat bermanfaat buat kalian sekian terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *