kegunaan sabut kelapa

Kegunaan Sabut Kelapa Untuk Tanaman

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel tentang kegunaan sabut kelapa untuk tanaman, simak artikel berikut sambil membaca!

Penggunaan Sabut Kelapa Untuk Tanaman Yang Baik

Sabut kelapa merupakan bagian mesocarp (selimut) yang berupa sabut kelapa kasar. Sabut kelapa biasanya disebut sebagai limbah yang hanya ditumpuk di bawah pohon kelapa kemudian dibiarkan membusuk atau mengering. Sebagian besar digunakan untuk kayu bakar. Pemanfaatan sabut kelapa untuk tanaman sangat bermanfaat dan dapat menyuburkan tanaman apalagi menyehatkan.

Kegunaan Sabut Kelapa Untuk Tanaman

Pengolahan sabut kelapa antara lain digunakan sebagai pupuk cair atau cocopeat. Pengolahan sabut kelapa juga tidak terlalu sulit. Tidak membutuhkan teknik dan bahan yang aneh. Sangat sederhana dan efektif. Sabut kelapa yang lebih bersih menjadikannya pilihan banyak pecinta tanaman. Berbeda dengan media tanam kompos, terkadang sebagian orang merasa risih. Mengetahui bahan-bahan yang sebenarnya sehingga Anda mungkin jijik karenanya.

Manfaat sabut kelapa untuk tanaman ini tidak berarti bahan lain tidak dapat terpenuhi. Bahan lain juga bisa memberikan manfaat yang hampir sama, namun sabut kelapa bisa menjadi alternatif. Meski sebagai alternatif, tanaman bisa tumbuh dengan baik, meski belum tentu yang terbaik. Berikut ini beberapa manfaat sabut kelapa untuk tanaman yang bisa kita ketahui.

Sebagai Media Tanam

fungsi sabut kelapa

Yang jelas, sabut kelapa bisa dijadikan media tanam. Yakni dengan mengambil sabut kelapa dari batok kelapa dan menggunakannya langsung sebagai bahan tanam.Ada tumbuhan yang membutuhkan jenis media tanam khusus agar menyerupai atau menyerupai habitat aslinya. Misalnya adalah tanaman anggrek.

Beberapa jenis anggrek merupakan tumbuhan epifit yang hidup. Yaitu menempel pada tanaman inang, tetapi tidak bersifat parasit pada tanaman inang. Tidak semua anggrek epifit.Karena bukan parasit, anggrek tidak bergantung pada tanaman inangnya untuk nutrisi. Istilahnya hanyalah tempat tinggal. Namun, nutrisi dan kebutuhan lainnya menemukan dirinya sendiri.

Jadi, hal ini bisa dimanipulasi dengan memberikan media tanam sabut kelapa pada anggrek.Anggrek yang menempel pada sabut kelapa tampak hidup di habitat aslinya.Kemudian unsur hara diberikan secara manual dengan cara pemberian pupuk melalui media tanam atau melalui pupuk daun anggrek khusus.

Karena itu, opsi yang paling mudah dilakukan adalah sabut kelapa. Karena teksturnya yang kokoh dan tidak mudah berantakan. Mudah dibentuk dan diatur sesuai keinginan.Dan, sepertinya tidak mungkin menggunakan media tanam lain.

Sebagai media tanam, sabut kelapa juga memenuhi kriteria sebagai media tanam yang baik. Artinya, antara lain mampu mengikat air dan unsur hara.Kemampuan ini lebih baik dari arang kayu.Meski bukan yang terbaik, anggrek sabut kelapa adalah pilihan yang paling mungkin.

Cocopeat

Sabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat. Cocopeat adalah sabut kelapa yang dipercaya lebih lembut.Serat pada sabut kelapa dipecah dan diubah menjadi ukuran yang sangat lembut.Dengan ukuran yang lebih kecil, cocopeat menjadi lebih fleksibel untuk mengisi pot atau media dari media tanam.

Sehingga media tanam menjadi lebih padat sehingga kemampuan menyimpan air lebih baik, namun tetap memiliki porositas yang baik. Sehingga udara bisa masuk dan berdifusi di media.Oksigen yang tinggi pada media akan membantu akar menyerap nutrisi dengan lebih baik.Cocopeat cukup banyak digunakan pada media tanam hidroponik. Padahal, bisa digunakan untuk selain sistem tanam hidroponik.

Namun dengan sifat keroposnya, cocopeat akan membuat tanaman tumbuh lebih baik.Karena oksigen akan banyak berdifusi di dalam cocopeat dan akarnya bisa tumbuh lebih leluasa.

Berisi Elemen Iklim

Sabut kelapa diketahui mengandung unsur kalium yang cukup tinggi.Kandungan kalium pada sabut kelapa cukup banyak. Kalium ini banyak ditemukan pada serat kulit kelapa.

Dalam bentuk serat, jumlah kaliumnya sekitar 10,25%. [1] Sedangkan jika berupa abu serabut kelapa, nilai kaliumnya lebih tinggi antara 20-30%.Sedangkan untuk mendapatkan pupuk cair, kita perlu melakukan pekerjaan tambahan.Pupuk kalium anorganik mahal harganya. Jika kita bisa mengolahnya menjadi pupuk, itu bisa membantu kita mengurangi pengeluaran untuk pupuk kalium.

Karena unsur kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman terutama pada saat tanaman sedang dalam fase berbuah atau berbunga.Jadi, dengan menggunakan sabut kelapa sebagai pupuk, secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah kalium bagi tanaman.

Sebagai Pupuk Organik

Manfaat sabut kelapa untuk tanaman adalah dapat digunakan sebagai pupuk organik. Lebih spesifiknya sebagai sumber kalium organik.Ini karena sabut kelapa mengandung kalium yang cukup banyak. Seperti pada point diatas.

Disebut sebagai sumber kalium organik karena di antara unsur-unsur lain di dalamnya, kalium adalah yang paling tinggi.Pupuk organik dari sabut kelapa bisa berupa abu sabut kelapa atau pupuk organik cair.

Berupa abu, sabut kelapa harus dibakar terlebih dahulu. Lebih mudah dan lebih cepat dalam prosesnya. Kemudian abu tersebut dicampurkan ke dalam media tanam sesuai jumlah yang direncanakan.

Untuk jumlahnya, lihat sumber kalium organik untuk pupuk anorganik yang setara.

Sedangkan untuk pupuk cair, kita bisa membuatnya dengan cara sebagai berikut. [3]

1. Serabut kelapa sebanyak 30-50 kg dirajang menjadi ukuran 3-5 cm. Semakin kecil semakin baik.

2. Kemudian sejumlah abu sabut kelapa dimasukkan ke dalam tong dengan volume sekitar 200 liter.

3. Tambahkan air bersih sampai tong penuh.

4. Tutup dan biarkan selama 4 minggu (satu bulan).

5. Pupuk cair kalium organik siap digunakan.

Pupuk kalium cair dari sabut kelapa ini bisa digunakan sebagai pupuk lepas.Untuk jagung sebaiknya berikan pupuk kalium cair sebanyak 300 ml / tanaman. [4]Dosis ini dapat membuat jagung tumbuh paling tinggi di antara dosis lainnya. Selain itu, daya serap K juga lebih tinggi.

Ada bakteri dan mikro-organisme menguntungkanBerdasarkan sebuah penelitian, setidaknya terdapat 7 mikroorganisme berbeda yang ditemukan pada sabut kelapa

Ketujuh mikroorganisme tersebut adalah:

· Genus Chromobacterium

· genus Bifidobacterium,

· genus Rothia,

· genus Cellulomonas,

· genus Sarcina,

· genus Pasteurella dan

· genus Bacillus.

Tampaknya jenis bakteri yang ditemukan pada sabut kelapa bersifat kondisional. Karena sabut kelapa biasanya tidak diolah secara khusus.Dengan demikian, potensi kontaminasi bakteri dan jamur sangat tinggi.Terlepas dari apakah bakterinya berbahaya atau tidak, saya perlu mencari informasi lebih lanjut.Namun salah satu bakteri di atas, ada satu yang sudah sering digunakan untuk mengobati penyakit layu akibat bakteri.

Misalnya bakteri Bacillus subtilis dari genus Bacillus, bakteri ini dapat digunakan untuk mengobati serangan bakteri layu pada cabai.Tidak semua mikroorganisme di atas baik. Beberapa dapat menyebabkan patogen pada manusia seperti rothia, sarcina, dan pasteurella.

Nah itu dia sob penjelasan yang cukup panjang mengenai kegunaan sabut kelapa untuk tanaman semoga artikel yang saya buat bermanfaat bagi kalian sekian terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *