Kerugian GOTO Membengkak! Apa Penyebabnya

Industri teknologi PT Gojek Tokopedia Tbk dengan kode emiten( GOTO) masih rugi. Sampai kuartal I tahun 2022 ini, kerugian yang dirasakan malah terus menjadi membesar.

Bersumber pada laporan keuangan konsolidasi intern mencatat kalau kerugian yang mereka natural ialah sebesar Rp 6, 61 triliun. Angka ini jauh lebih besar bila dibanding dengan periode yang sama pada tahun kemudian yang cuma Rp 1, 95 triliun.

Di sisi lain, dalam laporan keuangan tersebut pula tercatat peninggalan GOTO ialah sebesar Rp 151, 13 triliun. Nilai tersebut turun bila dibanding dengan periode yang sama di tahun lebih dahulu yang cuma sebesar Rp 155, 13 triliun.

Sedangkan itu, bila dilihat dari sisi liabilitas GoTo ialah sebesar Rp 16, 61 triliun. Nilai tersebut naik bila dibanding tahun lebih dahulu yang cuma sebesar Rp 16, 11 triliun.

Setelah itu, jumlah ekuitas industri ialah sebesar Rp 134, 52 triliun ataupun turun lumayan signifikan dari lebih dahulu ialah Rp139, 02 triliun.

Pemicu Kerugian GoTo yang Membengkak

Pasti saja berita ini lumayan tidak menggunakan serta terbilang mengejutkan. Alasannya, industri merger ini baru saja melaksanakan IPO sebagian waktu kemudian dengan tingkatan antusiasme investor yang luar biasa.

Lalu, apa pemicu yang membuat kerugian GoTo terus menjadi membesar? Menjawab perihal ini, CEO GoTo, Andre Soelistyo menegaskan kalau menyamakan laporan keuangan GoTo pada kuartal I sama sekali tidak pas.

Alasannya, di kuartal yang sama pada tahun kemudian, laporan keuangan yang tersaji tanpa Tokopedia. Merger antara pihak Gojek serta Tokopedia baru terlaksana pada Bulan Mei 2021.

“ Perihal ini kurang pas sebab laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia serta anak industri periode kuartal I- 2021 disajikan tanpa Tokopedia disebabkan penggabungan dari Gojek serta Tokopedia baru berakhir dicoba bulan Mei 2021,” tegas Andre, mengutip dari web detik. com( 31/ 05).

Andre meningkatkan kalau lebih pas bila menggambarkan bisnis secara apple to apple dengan memandang laporan performa keuangannya.

“ Sehingga buat menggambarkan bisnis secara apple to apple hendak lebih pas memakai laporan keuangan proforma,” tambahnya.

Beban Pokok, Salah Satu Pemicu Kerugian Goto

Sedangkan itu, bersumber pada laporan keuangan dalam keterbukaan di Bursa Dampak Indonesia( BEI), selama 2021 rugi bersih yang diatribusikan kepada owner entitas induk menggapai Rp 21, 39 triliun, dibanding tahun lebih dahulu Rp 14, 2 triliun.

Rugi bersih tersebut disebabkan terdapatnya lonjakan beban. Lonjakan beban tersebut mencakup beban pokok pemasukan yang naik jadi Rp 3, 7 triliun yang lebih dahulu Rp 2, 4 triliun.

Tidak cuma itu, beban penjualan serta pemasaran dikala ini menggapai Rp 8, 9 triliun yang lebih dahulu cuma Rp 2, 5 triliun. Beban universal administrasi pula hadapi lonjakan jadi Rp 7, 7 triliun yang lebih dahulu cuma Rp 3, 9 triliun.

Setelah itu beban pengembangan produk pula turut naik jadi Rp 2, 4 triliun yang lebih dahulu Rp 2, 03 triliun.

Sedangkan itu, beban penyusutan serta amortisasi pula naik Rp 2, 4 triliun dari tahun 2020 sebesar Rp 1, 2 triliun. Demikian pula dengan beban operasional serta pendukung yang meningkat jadi Rp 1, 5 triliun dari tahun 2020, sebesar Rp 1, 3 triliun.

Kemampuan Di Balik Kerugian GOTO

Hendak namun bila dilihat dalam aspek GTV industri, GOTO hadapi peningkatan sebesar 40% jadi Rp 461, 60 triliun, dibanding dengan Rp 330, 18 triliun di 2020.

Sedangkan itu, EBITDA yang disesuaikan turun 14 basis poin jadi Rp 5, 4 triliun dibanding dengan kuartal IV tahun 2021, sebesar Rp 6, 2 triliun.

Dari jumlah GTV ini, donasi bisnis on- demand services( mobilitas, pesan- antar santapan serta bahan kebutuhan pokok, serta logistik) menggapai Rp 50, 31 triliun di 2021, naik 25, 21% dari Rp 40, 18 triliun, e- commerce senilai Rp 230, 59 triliun, berkembang 45, 82% dari Rp 158, 13 triliun, serta financial technology( fintech) sebanyak Rp 214, 91 triliun, melesat 80% dari lebih dahulu Rp 119, 52 triliun.

“ Dengan skala bisnis kami secara bersama- sama, kami hendak terus penuhi komitmen dalam tingkatkan inklusi keuangan dalam kawasan yang terus bertumbuh ini dengan kemampuan pertumbuhannya yang masih bisa diraih,” tambah Andre, mengutip kompas. com( 30/ 05).

Our View

Menyikapi berita ini, salah satu financial planner dari Finansialku, Gembong Suwito, CFP, CSA membagikan pendapatnya.

Baginya, selaku seseorang investor pasti saja Kamu butuh mengenali alibi yang kokoh kenapa memutuskan buat membeli saham GOTO. Setelah itu, yang terutama merupakan pasti saja time frame yang Kamu proyeksikan dalam berinvestasi.

“ Wajib terdapat alibi kokoh mengapa beli GOTO serta time frame investasinya,” ucapnya.

Tidak hanya itu saat sebelum memutuskan buat berinvestasi, terdapat baiknya buat mengecek terlebih dulu keadaan keuangan Kamu. Setelah itu terdapat sebagian saran yang dapat Kamu pertimbangkan:

  • Hold bila time frame jangka panjang misalnya di atas 5 tahun
  • Average down bila posisi percaya dengan prospek serta fundamental GOTO
  • Cut Loss bila sifatnya trading

Leave a Comment

Your email address will not be published.